Tari Radap Rahayu

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan tugas dokumentasi Tari Radap Rahayu dapat diselesaikan. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarganya.
Dalam proses penyelesaian penulisan tugas ini, saya selaku penyusun banyak sekali mendapatkan bantuan, bimbingan dan petunjuk serta saran-saran dari berbagai pihak yang mana hal itu sangatlah berarti bagi saya selaku penyusun. Untuk itu dengan segala kerendahan hati saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak yang telah membantu.
Semoga Allah SWT selalu memberikan limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya serta ganjaran pahala yang berlipat ganda kepada Bapak-bapak, Ibu-ibu dan Saudara-saudari sekalian yang telah membantu dalam penyelesaian penyusunan hingga penulisan tugas ini selesai.
Saya menyadari bahwa penyusunan tugas ini tentunya masih banyak terdapat kekurangan, sehingga masih mengharapkan saran-saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan penyusunan tugas ini.
Akhir kata, semua berharap semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan di bidang seni tari dan bidang-bidang ilmu pengetahuan lainnya. Semoga penyusunan tugas ini mendapatkan keridhoan dari Allah SWT. Amin ya rabbal alamin.

Banjarmasin Juni 2009.

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
KESEJARAHAN 1
FUNGSI 1
KOREOGRAFI 2
1. Sinopsis 2
2. Susunan Ragam Gerak dan Susunan Gerakan Gambar 2
3. Alat Musik dan Lagu Pengiring 13
4. Kostum / Pakaian Penari 13
5. Propertis 14
6. Kelengkapan Busana atau Perhiasan 14
DAFTAR PUSTAKA 15

TARI RADAP RAHAYU

A. KESEJARAHAN
Suatu bangsa mempunyai kemampuan bertahan terhadap pengaruh kebudayaan luar serta mampu mengambil (adobsi) menyesuaikan (adaptasi) kebudayaan lain apabila bangsa itu mempunyai modal dasar budaya yang kuat.
Modal dasar budaya Nasional Indonesia adalah adat dan agama yang merupakan sendi utama. Kedua sendi utama inilah yang perlu lebih ditekankan lagi dalam upaya pembinaan dan pengembangan Kebudayaan Nasional Indonesia.
Tari Radap Rahayu adalah tari semi klasik daerah Banjar yang dipetik dari upacara Puja Batam (berdoa’a) diatas kapal Prabayaksa yang kandas di Pembatanan (Lok Baintan) sungai Martapura, dari perjalanan pulang dari Majapahit yang membawa Raden Putra Suryanata kembali kenegara Dipa (Amuntai).
Dari upacara Bantan (Puja) disusunlah suatu tarian upacara adat Tapung Tawar oleh Amir Hasan Kiai Bondan (Budayawan Kal-Sel) yang diberi nama Upacara Beradab atau yang kemudian disebut Radap Rahayu. Pada tahun 1950, tari Radap Rahayu ini dikembangkan oleh Amir Hasan Kiai Bondan sendiri melalui sebuah organisasi Badan Kesenian Peradaban Kebudayaan Indonesia Kal – Sel (Perpekindo Kal – Sel) dan pada tahun 1956 tari Radap Rahayu mulai berkembang dan dikenal masyarakat luas.
Biasanya jumlah penari Radap Rahayu ini adalah diambil dari nomor ganjil, tapi ang sering dipakai adalah 7 orang penari sedangkan 1, 3, 5 dan seterusnya jarang digunakan.

B. FUNGSI
Tari ini berfungsi untuk menyambut tamu sebagai tanda penghormatan.

C. KOREOGRAFI
1. Synopsis
Tarian ini menggambarkan beberapa bidadari yang turun dari khayangan atau dara Banjar menapung tawari tamu-tamu yang dating sebagai penghormatan dan tanda selamat dating.
2. Susunan Ragam Gerak dan Susunan Gerakan Gambar
No Ragam Hitungan Gerakan Keterangan Gambar
1 Lari masuk arena – – Mangkok ditangan kiri
– Lari kecil, tangan kanan balimbai ke depan/arah kemangkok dan ke samping

2 Duduk taruh mangkok – – Mangkok diletakkan di depan lutut
– Kedua tangan memegang selendang

3 Duduk limbai kisar 2

2

2

2

8 – Berdiri pada kedua lutut, badan tegak
– Kedua tangan dilimbai ke arah kanan
– Tangan kanan di atas, lurus
– Tangan kiri bengkok melintang di depan dada
– Badan turun/duduk bersamaan dengan kedua tangan diturunkan
– Tangan kanan bengkok di samping telinga kanan
– Posisi tangan kiri tetap
– Gerakan kebalikan di atas

4 Berdiri limbai kisar 2 – Gerakan seperti di atas sambil berdiri
– Tangan kanan di atas, kedua kaki berjingkit
– Kedua tangan turun, kedua lutut ditekuk

5 Dandang mangapak 2

2

2

2 – Kaki kiri maju ke depan kedua tangan menyilang di depan perut, kedua lutut bengkok
– Badan menghadap ke arah kanan
– Kedua tangan membuka ke samping / mengepak
– Kedua kaki berjingkit
– Kedua tangan menyilang di depan perut
– Kedua lutut bengkok
– Kaki kanan di depan, kedua kaki berjingkat
– Kedua tangan membuka ke samping / mengepak
– Badan menghadap ke arah kiri

6 Duduk membunga 2
2

2

2

2
2
2

2 – Kedua kaki dirapatkan
– Duduk persembahan, kedua tangan dibawa ke depan dada
– Berdoa naik turun, bertumpu pada lutut
– Duduk bersimpuh, kedua tangan persembahan
– Kedua tangan surung ke depan
– Kedua tangan tarik ke arah dada
– Pulas buka di depan dada (tangan kanan tangkup di atas tangan kiri)
– Kedua tangan bersamaan ditarik membuka ke samping badan lalu dikepak

7 Alang menari 4

4

4 – Berdiri, kemudian lari berputar ke kiri
– Kedua tangan digerakan memutar sejajar perut
– Kedua tangan diayunkan ke samping atas kepala sebelah kanan lalu dikepak
– Lari berputar ke kanan – kebalikan gerakan di atas
– Boleh diulang beberapa kali
– Berdiri ditempat, gerak penutup

8 Lontang ½

1 – 2

3 – 4

5 – 6

7 – 8 – Kaki kiri di depan
– Tangan kiri diletakkan di paha / pinggang
– Tangan kanan di limbai ke samping kanan badan
– Tangan kanan kembali ditekuk di depan dada
– Kaki kanan di depan, gerak kebalikan yang di atas
– Dengan tangan kiri

9 Lontang penuh 4

4 – Posisi seperti di atas tetapi tangan digerakkan sebanyak 4 kali di depan dada
– Gerakan selanjutnya kebalikan dari gerak di atas

10 Gegoreh sembadra 2

2 – Kaki kiri di depan
– Tangan kanan bengkok di samping telinga
– Kedua telapak tangan diputar
– Gerakan selanjutnya kebalikan dari gerakan di atas

11 Gegoreh srikandi
2

2 – Kaki kiri di depan
– Tangan kanan lurus ke depan
– Tangan kiri melintang di depan dada
– Kedua telapak tangan diputar
– Gerakan selanjutnya kebalikan dari gerak di atas

12 Mantang

2

2

2
2
2 – Posisi kaki basic, badan menghadap ke kiri
– Tangan kanan bengkok tapak di samping telinga
– Tangan kiri agak lurus di samping kiri badan
– Gerakan selanjutnya kebalikan dari gerak di atas
– Gerak maju 2 langkah
– Balik kanan
– Di tempat kiri + kanan

13 Lari 2 x 8 – Berlari kecil, kedua tangan diayunkan ke kiri ke kanan
– Kembali ke tempat semula mangkok diletakkan

14 Persembahan 4

4

4 – Berhenti, kedua tangan di kepak di samping badan
– Kedua tangan persembahan, sambil duduk
– Berdoa naik dan turun (berdiri pada kedua lutut)
– Ulangan gerakan membunga

15 Tabur bunga (Membunga)
a. Duduk

1
2

3
4

– Ambil mangkok, letakkan di tangan kiri
– Tangan kanan di atas mangkok
– Tangan kanan limbai ke samping bawah kanan
– Tangan kanan ambil bunga
– Tangan kanan menabur bunga

b. Berdiri 1

2
3

4 – Gerakan sama seperti di atas, sambil berdiri kaki kanan maju ke depan
– Kaki kiri mundur
– Kaki kanan dihentakkan di belakang kaki kiri
– Tangan kanan menabur bunga
– Posisi menabur bunga ke arah 4 mata angin

16 Duduk membunga 4

2

2
4 – Tabur bunga sambil duduk dan meletakkan mangkok
– Kedua telapak di atas mangkok gerak buka tutup
– Selendang ditangan kanan diletakkan di bahu
– Mengulang gerakan buka – tutup
– Gerakan tutup kepak ke samping

17 Puja bantam
2

2

4 – Berdiri dengan kedua lutut
– Kedua tangan diangkat, telapak tangan menghadap ke depan
– Posisi tangan kiri tetap
– Tangan kanan diturunkan ke samping kanan badan
– Duduk dan badan direbahkan ke belakang
– Pandangan kepala mengikuti tangan kanan
– Gerakan diulang
– Waktu badan turun, kedua tangan mengambil selendang dari tengah dada

18 Angin tutus – Berlari kecil sambil memutar ke kiri
– Tangan kanan lurus ke atas kanan kepala
– Tangan kiri lurus di samping kiri badan
– Kepala / pandangan ke arah kiri
– Gerakan kebalikan di atas / memutar ke kanan
– Gerakan ulang 3 kali
– Duduk ambil mangkok

19 Lari keluar arena – Berdiri dan berlari kecil menuju keluar arena

3. Alat Musik dan Lagu Penggiring
a. Alat Musik

1. Rebab / biola
2. Babun
3. Terbang kecil
4. Terbang besar
5. Terbang peninting
6. Suling
7. Gong
b. Lagu Penggiring
1. Ayakan Kencang / Peperangan
2. Ayakan Radap
3. Ayakan Tiga
Contoh : Dangar-dangar kami bahiyau
Dangar-dangar kami manyaru
Ikam turun jangan saurangan
Baimbai kawan nang sarasi
4. Kostum / Pakaian Penari
a. Baju layang
b. Tapih gelap / Tenun pagatan / Tapih air guci
c. Kakamban sasirangan / Selendang panjang
5. Propertis
Cupu untuk tapung tawar berisi :
1. Minyak likat baboreh, atau
2. Beras kuning / kambang rampai
6. Kelengkapan Busana / Perhiasan
– Hiasan kepala (mahkota gunungan)
– Kambang goyang
– Kalung samban barangkap
– Anting-anting barumbai
– Gelang keroncong
– Bunga bogam / Karang jagung
– Catik sirih diantara kening

DAFTAR PUSTAKA

– Bapak Rustam A.A (Pensiunan Taman Budaya)
– Kegiatan workshop Tari Radap Rahayu tanggal 4 s/d 6 April 2006. Taman Budaya Propinsi Kalimantan Selatan.

By fitriyanastkipbanjarmasin

3 comments on “Tari Radap Rahayu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s